Tampilkan postingan dengan label hal-hal menarik dalam hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hal-hal menarik dalam hidup. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Oktober 2010

4 hal yang tak dapat kembali


Ada sebuah cerita yang mungkin makna nya ada dalam 4 hal yang diatas mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi buat sobat-sobat sekalian :

Seorang gadis muda sedang menunggu penerbangan nya di ruang tunggu sebuah bandara yang super sibuk, karena harus menunggu ber jam2 dia memutuskan membeli sebuah buku untuk menghabiskan waktunya dia juga membeli sebungkus kue, dia duduk di kursi yang mempunyai sandaran tangan di ruang VIP bandara untuk istirahat dan membaca dengan tenang, disisi sandaran tangan dimana kue terletak, ada seorang pria yang duduk di kursi sebelah membuka majalah dan mulai membaca,

ketika gadis itu mengambil kue pertama laki2 itu juga ikut mengambil, si gadis merasa gemas tetapi tidak berkata apa2, dia hanya berfikir "Lancang benar!!bila saya tidak sabaran sudah ku gebuk dia karena kenekatan nya!", untuk setiap kue yang dia ambil laki2 itu turut mengambil satu. ini sangat lah membuat nya marah namun si gadis tak ingin sampai timbul kegaduhan di ruang itu.., ketika tinggal satu kue tersisa gadis itu mulai berfikir " Aha...bakal ngapain sekarang orang yang gak sopan ini?", lalu... laki2 itu mengambil kue yang tersisa, membagi nya dua, lalu memberikan yang separuh padanya. Benar2 Keterlaluan!! si gadis benar2 marah sekarang! dalam kemarahan nya dia mengakhiri bukunya, dikemasnya barang lalu bergegas ke tempat boarding, ketika sudah duduk di seat-nya, di dalam pesawat nya, dia merogoh tas nya untuk mengambil kaca mata, dan......, dia sontak terkejut, sebungkus kue nya masih ada di dalam tas, tak tersentuh, tak terbuka!! dia merasa sangat malu!! dia sadar telah keliru...... dia lupa kalau kue nya masih tersimpan di dalam tas, laki2 tadi telah berbagi kue dengan nya, tanpa merasa marah atau kesal ketika si gadis amat marah, berfikir bahwa ia telah berbagi kue dengan laki2 itu. dan kini tidak ada lagi kesempatan untuk menerangkan kelalaian nya...., juga untuk meminta maaf.

ada 4 hal yang tak dapat kembali teman-teman :
  1. Batu ...... Setelah iya di lontarkan
  2. Kata ...... setelah iya di ucapkan
  3. Kesempatan ....... setelah dia hilang!!
  4. Waktu .... setelah ia berlalu!!!_
Semoga kita bisa memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya dan tidak ada penyesalan atas yang telah kita lakukan di masa yang lalu. aaminn... #semoga ini menjadi baik, insya allah - (GF)

sumber : hal menarik

hal-hal menarik dalam hidup

"Kebohongan" Seorang IBU..... kepada anaknya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
mudah2n cerita dibawah ini menyadarkan kita betapa kasih sayang seorang ibu tak kan habis sampai ia menutup mata.....

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA


Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu !"

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orang tua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari jika beliau telah pergi menghadap sang Pencipta.

Wassalam,

sumber :

selamat datang di blog yang sederhana ini (welcome to the blog that this simple)_

semoga blog ini bisa memberikan manfaat & motivasi bagi pembacanya...._